Catatan Ngaji Alfi

Udahlah jadi baik aja ;)

Gilee yaa.. ituu orang kalo nggak nyengak gitu bisa nggak seehh!

Sumpiiilll dehhh, sini udah baekk, tanggepannya gak enak banget!

Tau gitu tadi nggak aku tolongin.. pengen tak gites-gites dehh!

Daaan jutaan ungkapan rasa sebel lainnya.

Yasss.. kita manusia wajar sekali jika kita mempunyai rasa sebal ataupun rasa kecewa terhadap seseorang. Seiring dengan luasnya pergaualan kita, maka semakin banyak pula kita menemui orang-orang baru. Orang baru dengan watak baru, dengan sifat baru, dengan karakter baru. Yang mungkin tidak semuanya kita ketahui di awal pertemuan.

Seiring dengan perjalanan waktu, maka semakin lama kita juga akan mengenal sifat-sifat asli dari teman-teman baru kita.

Yang awalnya kita kira baik eee.. ternyata gitu bangeet ya sama diri kita. Yang awalnya kita kira tulus eee.. ternyata ada udang dibalik bakwan. Yang awalnya kita kira nyenengin eee.. ternyata sumpeehh bikess abis. Yang awalnya omongannya baik eee.. malah jadi tukang komen negatif ke kita. Yang awalnya bisa nemenin kita di saat apapun eee.. malah ninggalin kita dengan temen barunya yang lebih asik #katanya. Yang awalnya bisa dipercaya eee malah jadi ember jebol terhadap privacy kita. Dan…yang awalnya, yang awalnya juga eee malah, eee malah lainnya.

Yaaa demikian adanya, manusia itu begitu, manusia menjadi eee malah, eee malah itu biasa. Manusia punya salah itu sudah tempatnya.

Kemudian dari kesalahan yang dilakukan oleh teman kita, kita punya pilihan. Ikutan menjadi salah ATAU udahlah jadi baik aja?

Okee.. hayyuuk kita bahas sajaa

Untuk menjelaskannya, kita pakek case yaa..

Kamu punya temen nih. Sebelumnya temenmu itu sangat sangat kamu percaya, kamu baik banget sama dia, semua hal kamu ceritakan ke dia, apa-apa sama dia.. kemudian seiring berjalannya waktu, dia dapet temen baru yang #katanya lebih asik dari kamu. Dengan teman barunya dia happy banget, dia suka cerita ke temen barunya tentang kamu. Tapi yang diceritakan yang jelek-jelek, tentang aib-aibmu, tentang kepribadian buruk kamu. Pokoknya yang buruk-buruk lah.

Gak berhenti di situ, suatu ketika kamu sedang sakit. Beneran sakit. Sakit tipes. Kamu berharap banget dijenguk oleh temenmu itu. Karena memang butuh juga untuk minta tolong membelikan perlengkapan untuk di RS, karena orangtuamu sedang ada amanah lain yang harus dikerjakan. Tapi apa kenyataanya? Dia malah main sama temen barunya. Bikin story-stroy jalan-jalannya. Padahal nii yaa, kemarin-kemarin kamu selalu ada disaat temen kamu butuh diri kamu. Lha sekarang? Dia gak ada inget-ingetnya sama kebaikan-kebaikan yang kamu berikan kemarin.

Dari case di atas, kita punya dua pilihan:

Pilihan pertama.. IKUTAN MENJADI SALAH

Ciri-cirinya nih :

Ciri pertama: Sebel nggak jelas

Ee gila yaa, temen mecem apa itu, temennya sakit gak dijenguk, malah main sama temen barunya. Heleh… main cuman ke Jogja aja bangga.

Ciri kedua: Ngorek-ngorek kebaikan

Nggak inget apa dulu pernah aku tolongin pas kamu sakit. Aku beliin obat. Aku tungguin di rumah sakit. Aku jenguk tiap hari. Kalo nggak bawa uang, juga aku yang bayarin jajan. Nggak inget yaa dulu gimana, sekarang kek gitu sama aku

Ciri ketiga: Sumpah serapah

Udah sana main aja, moga aja nanti hujan deress banget, gledekk, nyamberr, kena lo!

Ciri keempat: Doa yang buruk

Udah ahh.. aku mau berdoa aja.. ya Allah tolong balas kejahatan temenku yang setimpal ya Allah.. sungguh, aku sakit hati sekali ya Allah. Semoga hidupnya gak tentram, semoga pertemanan dengan temen barunya dilanda banyak masalah. Bantu aku ya Allah, balas sakit hati yang aku rasakan ya Allah..

Dan pilihan kedua.. UDAHLAH JADI BAIK AJA

Kita semua tahu, jika kita pandang sekilas yang dilakukan oleh temenmu itu sesuatu yang kurang baik. Iyalah kurang baik. Ee tapi kan pandangnya sekilas.

Coba deh, mandangnya jangan sekilas. Berpikirnya jangan pendek dan kemudian mengambil kesimpulan yang tidak-tidak. Mikir bentar dulu deh, baru ambil kesimpulan

Coba tarik nafas yang panjanggg terus baca istigfar. Kemudian lakukan ini:

Pertama: coba kita ingat

Coba kita ingat kebaikan apa yang pernah temen kita lakukan kepada kita. Bukankah dia telah banyak berbuat baik pada kita? Bukankan dia telah memberikan ribuan uluran tangan ke kita? Lantas hanya karena satu TITIK hal yang menurut kita salah menjadikan ribuan kebaikan itu tertutup? Kebaikannya terlupakan? Tidak begitu kan yaa, shalihat.. kita harus selalu mengingat-ingat kebaikan yang telah orang lain lakukan kepada kita. Hanya karena merekalah, warna-warni hidup kita menjadi lebih indah.

Kedua: hayoo, ikhlas gak boleh diungkit-ungkit lagi lho, dear

Kebalikan dengan ciri kedua yang sebelumnya yaitu ngorek-ngorek kebaikan. Maka kita tidak sepatutnya mengungkit-ungkit kebaikan yang telah kita lakukan. Karena salah satu ciri ikhlas dari kebaikan adalah melupakannya. Jadi, kalo dulu pernah berbuat baik ke temen kita, yaa sudah. Kita ikhlas berbuat baik. Tidak untuk dipamerkan dikemudian hari. Apalagi dikorek disaat kita rasa temen kita menyakiti kita. Jangan, jangan lakukan hal tersebut.

Ketiga: positive thinking

Kalo udah sebel itu bawaanya emang negthink terus. Kalo kita nurut dengan jebakan batman tersebut, syaitonirrojim tambah seneng, gengs! Setan tambah bisikin kita agar kita mikir yang tidak-tidak tentang temen kita. Makanya kita kudu cepet-cepet istigfar ketika ada pikiran negatif datang. Setelah istigfar berusahalah untuk berpikir positif tentang temen kita.

Oo mungkin dia main karena dia lagi jenuh. Oo mungkin dia pergi sama temen barunya karena dia merasa lebih nyaman. Oo mungkin dia pergi karena ada sesuatu yang harus dikerjakan. Oo mungkin dia nggak jenguk aku karena tidak ada kendaraan. Dan pikiran-pikiran positif lainnya. Bisa ya? Bisalah yaa.. kan kita muslimah jadi pikirannya harus jernih yak 🙂

Terakhir: DOA YANG BAIK

Ini senjata terampuh untuk bisa menerima segala keadaan yang ada. Kalo kita rasa temen kita nggak mengenakkan terhadap kita maka, doakan kebaikan untuknya. Mohonkan maaf pada Allah. Doakan segala aktivitasnya menjadi mudah. Setidakenak sikap mereka kepada kita, harus tetap didoakan.

Doa untuk kebaikan. Bukan untuk agar Allah membalas kejahatannya. Bukan! Kalo kita berharap agar Allah membalas kejahatannya dengan sesuatu yang jahat pula, bukankah kalo demikian itu kita yang jahat? Jangah ah yaa.. jangan. Ada banyak doa yang bisa kita panjatkan. Maka, panjatkan doa yang baik saja untuk teman kita. Karena insyaAllah.. doa yang baik juga akan kembali ke kita juga. Emang agak berat, tapi gak masalah.. coba aja terus. Doa aja terus, the real muslimah itu kan hatinya harus bersih. Ya..ya.. 🙂

Oke.. sekarang kita ada dua pilihan :

Pilihan pertama: IKUTAN JADI SALAH
Dan pilihan kedua: UDAHLAH JADI BAIK AJA

Jadi, mau pilih mana? Pertama atau kedua, ikutan jadi salah atau udahlah jadi baik aja?

Semoga bermanfaat.

Dan semoga Allah mengampuni juga meridhoi.

Ngalas, 18 April 2018
Alfiana Fi

Picture from ciciliaelim.blogspot.com

About Author

Welcome my blog! Ini cuman blog happy-happy yaa teman-teman. Semoga apa-apa yg kita lakukan, termasuk aku menulis dan teman-temab membaca di blog ini tercatat kebaikan yang dapat mendekatkan kita pada Ridho-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *