Catatan Ngaji Alfi, Tips Alfi

Satu Jam Saja

Assalamualikum shalihatt..

Semoga malam ini iman kita tetap berada pada level yang aman yaa.. insyaAllah

Tapi bagaimana jika malam ini iman kita sedang depresif, down ke level yang lebih rendah dari biasanya? Jawabannya adalah alhamdulillah, itu artinya Penguasa Iman masih ingat dan masih sayang dengan kita. Juga sama dengan diri kita sedang diuji olehNya. Soal ujiannya adalah akankan kita tetap stay pada kondisi depresif atau mencoba bangkit untuk mengonstruksi kembali keimanan hingga berada pada level yang aman?

Tentunya kita memilih untuk menjadi yang konstruktif, bukan? Seberat apapun rasanya juga sedahsyat apapun usahanya.

Ya.. kita harus melakukan usaha yang dahsyat, yang besar, untuk dapat mengonstruksi kembali iman yang anjlok. Bagian dari usaha dahsyat yang bisa kita lakukan adalah dengan qiraatil Quran. Dengan membaca Alquran.

Usaha yang kelihatannya ringan namun mempraktikkannya pun harus penuh dengan daya juang. Tidak semua muslim Allah karuniakan keringanan lisan untuk membaca Quran. Hanya hamba-hamba pilihan sajalah yang Allah karuniakan keringanan hati dan lisan untuk dapat berusaha istiqomah qiraatil quran. Dan semoga kita termasuk dalam himpunan hamba-hamba pilihan tersebut. Meskipun iman sedang depresif kita tetap saja membaca quran. Karena dengan kita mengistqomahkan tilawatil quran kita, maka iman yang down tersebut akan cepat pulih. InsyaAllah.

Membaca Quran adalah bentuk riil usaha kita sebagai hamba agar senantiasa keep in touch dengan Allah. Salah satu bentuk komunikasi yang ringan denganNya. Kenapa Alfi katakan ringan? Karena kita hanya perlu membaca. Membaca sebisanya saja, walaupun tajwid kita belum sempurna. Membaca sebisanya, semaksimalnya, sesuai dengan kemampuan kita. Terus saja membaca, tanpa harus menunggu iman kita depresif terlebih dahulu. Karena tugas kita yang sebenarnya adalah menjaga stabilitas keimanan.

Dengan kita konsisten tilawatil quran maka stabilitas iman ini akan terjaga dengan baik. Dengan kita merutinkan membaca quran maka insyaAllah fluktuasi iman ini akan aman. Kalaupun depresif yaa.. tidak terlalu ekstrim lahh. Namun untuk konsisten, untuk rutin, untuk istiqomah tidaklah semudah di omongan. Perlu daya juang, perlu struggling, juga pengorbanan. Dan kita pasti bisa untuk memperjuangkannya. Alfi akan berbagi bagaimana cara untuk memperjuangkannya. Tenang saja, perjuangan ini tidak sesulit memperjuangkan DEE. Eaaaakk… eaaakk… #apasih #garing #gaklucu #bubarbubar

Oke.. Untuk berjuang kita perlu adanya STRATEGI. Banyak sekali strategi yang bisa kita lakukan. Sekarang kita bahas strategi termudah yang bisa kita lakukan yaa..

1. Untuk siapa?

Dalam islam, sebelum beramal kita diperintahkan untuk mengetahui ilmunya dahulu. Juga pada amal membaca quran. Kita harus ngerti apakah ada ilmunya? Apakah ada perintahnya? Hal ini penting kita ketahui di awal, karena dengan kita tahu perintahnya maka kita akan bisa mengingat bahwa, oo.. sebenernya membaca quran itu ada perintahnya to.”

Kalau perintah membaca quran sendiri ada di QS Al Alaq ayat yang pertama. Artinya, Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.

Dalam ayat tersebut jelas sekali, Allah meminta kita untuk BACALAH. Untuk MEMBACA. Membaca ayat-ayat Allah tentunya (meskipun pengembangan pemaknaan ayat ini aslinya sangatlah luas). Nah, karena perintah ini datang dari Allah maka tujuan kita membaca quran juga kita kembalikan pada Allah.

Tujuan kita untuk mendapat kebaikan, mengharap kasihNya, hanyalah mengharap ridho dariNya. Bukan untuk hal lainnya.
Strategi awal yang harus kita lakukan adalah pemurnian niat. Bacaan quran kita ini kita niatkan untuk mendapat kebaikan dari Allah. Bukan untuk dilihat mata manusia, didengar oleh telinga manusia, atau pujian lisan manusia. Bukan, bukan sama sekali untuk itu.

Kemudian, untuk memotivasi diri agar senantiasa mengorientasikan bacaan quran kita untuk Allah adalah dengan mengingat isi hadits yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi berikut, Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf.

MasyaAllah, betapa baiknya Allah dengan kita. Coba hitung saja berapa banyak kebaikan yang diberikan oleh Allah kepada kita dengan kita membaca satu halaman mushaf saja. Jumlah hurufnya saja banyak sekali, apalagi pahala yang Allah curahkan untuk kita. Allahu akbar… Dengan mengetahui kebaikan yang bisa kita peroleh maka sudah semestinya kita mencukupkan diri untuk mengharap kebaikan dari Allah saja.

Jadi, untuk siapa kita membaca quran?

2. Make your habit

Untuk bisa istiqomah membaca quran adalah dengan menjadikan aktivitas ini menjadi aktivitas wajib. Bagaimana caranya? Luangkan waktu satu jam saja dalam sehari untuk khusus memegang Alquran. Satu jam yang dikhususkan untuk tidak melakukan aktivitas lain selain bersama Quran.

Mungkin satu jam terlalu berat yaa? Oke tidak apa-apa. Di awal pembiasaan diri mungkin kita bisa meluangkan 5 menit per hari. Minggu berikutnya, 10 menit per hari. Berikutnya 15 menit per hari. Berikutnya 30 menit per hari. Hingga bisa satu jam per hari. Bahkan lebih lama lebih bagus lagi.

Jika merasa tidak bisa duduk satu jam full, maka kita bisa membagi-bagi satu jam tersebut dalam beberapa bagian. Kalau yang Alfi lakukan, 30 menit bada subuh dan 30 menit bada magrib. Atau kalau tetiba kuliah pulang lebih awal maka kita bisa memanfaatkan waktu tersebut. Walaupun hanya 15 menit, tapi itu sangat berfaedah kok, makanya Alfi seneng banget kalo kuliah cepet, haha.. Untuk teman-teman yang bekerja maka bisa disela-sela tugas kantornya. Kalo bosen liat kerjaan, buka aja aplikasi quran, baca 5 menit. Nanti lagi, kalo capek ngurusin berkas, baca lagi 5 menit.

Sekreatif kita kok, gak harus saklek harus kapan waktunya.

Nah tapi adakalanya Alfi subuhnya telat, otomatis nggak bisa qiraah pagi, karena sudah terburu oleh prepare kuliah. Kalo kejadiannya seperti itu, maka bada solat isya Alfi selesaikan sampai satu jam. Atau kalau keburu mengerjakan tugas, maka Alfi menyelesaikannya sebelum tidur. Walaupun ujung-ujungnya tepar wkwk. Enggak-enggak, jarang kok. Kalo yang suka bablas itu malahan bada subuh, sudahlah, Alfi saat ini sedang strunggling mengusir syatitonirrajiim yang terlalu banyak berkeliaran di waktu bada subuh. Doakan yaaa..

Awalnya memang sulit. Suliiitttt bangettttt.. Ngeettt. Harus mencoba berbagai cara biar betah megang quran. Harus ada pemaksaan diri. Harus disiplin. Harus ‘galak’ dengan diri sendiri. Itu yang Alfi lakukan terhadap dirinya sendiri. Kesiaan ya jadi Alfi, wqwq

Tapii.. sekali kita bisa melawan rasa malas, maka kita akan sukses. Sukses satu jam tiap hari bersama Quran. Dan akan menjadi habit kita. Akan menjadi rutinitas wajib kita. Hingga rasanya.. hari terasa hampa kalo belum baca quran. Dan InsyaAllah itu kita.

3. Jangan sendiri

Mau jadi orang baik cuman sendirian? Baee baee lah, paling nanti cuman betah sebulan dua bulan. Kecuali kalo memang iman kita benar-benar powerfull terus. Iman powerfull aja kadang masih digoda setan..

Yaa, strategi istiqomah baca quran selain niat lurus dan menjadikannya sebagai habit adalah dengan punya teman. Siapapun temannya. Tidak harus teman seumuran. Bisa teman offline atau online. Sekarang banyak sekali whatsApp group yang dapat memfasilitasi kita semua untuk bisa istiqomah membaca quran. Program-programnya macem-macem. Ada yang ODOJ (One Day One Juz), ODALF (One Day a Half Juz), ada yang tidak menarget juz tapi target waktu, seperti yang kita bahas sebelumnya, satu hari satu jam, dsb.

Fungsi teman adalah memotivasi kita disaat kita lagi digoda setan. Mengingatkan kita kalo terlanjur sok sibuk dengan duniawi. Juga agar kita tidak merasa sendiri, bahwa ada temen yang juga sama-sama berjuang menggapai ridho Allah.

Kalau teman Alfi adalah orangtua dan keluarga. Kalo gak ada mereka wassalam ini jadwal bocah.

Tiga strategi yang Alfi jabarkan di atas adalah strategi utama yang Alfi lakukan untuk bisa istiqomah qiraah. Sebenernya masih ada beberapa trik agar bisa lebih gregett baca Quran. Lain waktu semoga bisa sharing lagi yaa..

Setelah membaca tulisan ini, Alfi berharap banget bisa lebih istiqomah lagi untuk qiraah. Juga untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktu untuk nengok website sederhana ini. Alfi berdoa agar teman-teman semua bisa istiqomah membaca quran. Semoga kita nanti terhimpun di surgaNya. Aamiin.

Semoga Allah mengampuni dan meridhoi.

Semoga bermanfaat 🙂

Ngalas, 31 Maret 2018
Alfiana Fi

PS: Maafkan tulisan kali ini masih acakadul. Hanya sekali editing full, sepertinya masih banyak diksi yang gak karuan. Juga masih pengen sharing lebih banyak lagi. Tapi alhamdulillah. Selain itu, berniat nulis dua artikel malam ini, tapi apa daya Allah menganugerahkan rasa kantuk yang begituu, mata Alfi udah burem-burem pas nulis kata ini. Good bye baby lahh yaa DL Maret yang belum tercapai. Bismillah April lebih baik. Semoga Allah senantiasa mencurahkan ridhoNya. Astagfirullahaladzim 🙂

Picture from sangpencerah.id

About Author

Welcome my blog! Ini cuman blog happy-happy yaa teman-teman. Semoga apa-apa yg kita lakukan, termasuk aku menulis dan teman-temab membaca di blog ini tercatat kebaikan yang dapat mendekatkan kita pada Ridho-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *