Catatan Ngaji Alfi

Akhlaq Seorang Tamu

Bismillahirrahamnirrahim

Assalamualaikum wr wb

Setelah sekian lama blog ini menjadi sarang laba-laba, kali ini Alfi ingin membersihkan sarang laba-labanya wkwk .. pada tulisan kali ini, Alfi akan mencurahkan satu masalah penting berkaitan dengan akhlaq kita sebagai seorang tamu.

Masalah ini Alfi pandang penting karena sering sekali rumah Alfi kedatangan tamu. Jumlah anggota keluarga di rumah lumayan banyak, sehingga probabilitas kedatangan tamu itu lebih tinggi. Pun, Alfi sendiri juga sering kedatangan tamu. Tentu saja, tamunya beragam. Jenis dan cara bertamunya beragam pula.

Sebagai seorang muslim sejati, hendaknya kita semua memperhatikan bagaimana agama islam mengatur hal ini. Karena sejatinya, saling kunjung-mengunjungi merupakan hal yang sangat dianjurkan dalam islam. Karena akan menimbulkan banyak dampak positif dari kegiatan saling mengunjungi ini. Sehingga sudah selayaknya, hal baik tersebut yaitu saling mengunjungi kita imbangi dengan adab yang baik pula. Agar dapat menjadikan kegiatan silaturahim kita lebih berkah.

Nah, jika temen2 semua pengen bertamu ke rumah salah seorang kerabat atau saudara atau kerumah siapapun, maka perhatikan beberapa hal berikut,

Pertama, waktu bertamu

Apabila kita ingin bertamu ke rumah seseorang, lebih-lebih sebelumnya belum membuat janji, atau dadakan maka sebaiknya kita hindari atau berhati-hati untuk bertamu pada 3 waktu berikut, yaitu sebelum subuh, setelah dzuhur, dan setelah isya. Informasi ini Allah sampaikan pada Quran surah An Nur ayat 58-59 berikut

58. “Wahai orang-orang yang beriman. Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian luarmu di tengah hari, dan setelah waktu shalat isya. Itulah tiga aurat waktu bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak pula bagi mereka selain dari tiga waktu itu, mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

59. “Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka juga meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatNya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

Sebenarnya dua ayat tersebut adalah ayat yang menjelaskan mengenai adab seorang anak atau hamba sahaya untuk dapat masuk di kamar orang tua. Namun dari ayat tersebut, kita juga bisa mengambil pelajaran untuk informasi waktu-waktu yang lebih kita perhatika saat bertamu.Tiga waktu tersebut merupakan waktu-waktu yang Allah tetapkan untuk kita berhati-hati saat bertamu. Tiga waktu tersebut adalah sebelum subuh, setelah dzuhur, dan setelah isya.

Apabila ingin bertamu pada tiga waktu tersebut maka harus meminta izin terlebih dahulu. Alasan logisnya, waktu-waktu tersebut adalah waktu yang sering digunakan untuk beristirahat. Dikhawatirkan jika kita bertamu pada waktu-waktu tersebut dan belum membuat janji sebelumnya, itu akan mengganggu tuan rumah yang sedang beristirahat.

Juga biasanya untuk wanita, pada tiga waktu tersebut adalah waktu untuk membuka jilbab atau kerudung. Mungkin karena cuaca yang panas dan sebagainya. Sehingga jika kita bertamu pada waktu-waktu tersebut dikhawatirkan wanita-wanita yang ada didalam rumah sedang membuka auratnya.

Meskipun kita telah membuat janji terlebih dahulu terutama di tiga waktu tersebut maka kita tetap harus hati2, dikhawatirkan akan mengganggu waktu istirahat atau wanita-wanita dalam rumah tersebut sedang membuka aurat. Karena jika Allah saja sudah memberikan informasi khusus mengenai waktu bertamu, maka pasti ada alasan-alasan untuk bisa kita jadikan pertimbangan untuk tidak bertamu pada waku-waktu tersebut.

Kedua, sabar dulu yaaa

Jika kita sudah sampai di rumah tuan rumah, baik sudah janjian dulu melalui chat wa/ sms/ dll atau belum janjian maka yang harus kita perhatikan adalah kesabaran kita.

Dalam hal apa? Dalam hal ketuk-mengetuk pintu. Ini penting bangeett, temanss.
Coba tebak berapa maksimal kita diperbolehkan mengetuk pintu si tuan rumah?

Yapss, 3 kali. Kita hanya diperbolehkan untuk mengetuk pintu rumah tuan rumah maksimal 3 kali.

Nah .. kesempatan 3 kali ini harus kita maksimalkan. Jangan terburu-buru.

Cara mensiasati kesempatan 3 kali ini adalah beri jeda dari tiap ketukan pintu. Sambil ketuk pintu itu sekaligus kita mengucapkan salam. Biasanya sekali atau dua kali mengetuk pintu tuan rumah sudah mendengar salam kita. Dan akan bersegera berdiri bersiap membukakan pintu.

Apabila tuan rumah sudah tau kalau ada tamu, biasanya tuan rumah akan menjawab salam kita. Nah, kalau salam kita sudah dijawab maka tunggu saja sampai tuan rumah keluar rumah untuk menemui. Jangan diketok-ketok terus menerus. Karena biasanya jeda antara tuan rumah menjawab salam hingga keluar menemui tamu adalah untuk bersiap-siap. Entah pake kemeja dulu, pake sarung dulu atau pake jilbab dulu. Jadi, tunggu dulu yaa …

Karena sering sekali, sering banget, bangeetttt .. kejadian nggemesin hahaha. Sekali atau dua kali ketok pintu dan salam kemudian sudah Alfi jawab .. “tunggu sebentar yaa, atau nggih sekedap, dll” kebanyakan akan terus menerus mengetuk pintu. Dan baru berhenti mengetuk kalo Alfi sudah menemui. Padahal, jujur saja, jeda waktu antara menjawab salam dan menemui itu biasanya hanya Alfi gunakan untuk pakai rok dan jilbab, itupun makenya sudah secepat kilat, etah kadang jilbab masih miring2 juga wkwka

Atau yang lebih sedihnya lagi, karena sudah tau Alfi ada di dalam rumah, karena sudah dijawab salamnya, si tamu akan langsung main masuk rumah membuka pintu atau membuka jendela rumah. Atau yang paling sering adalah intip mengintip dulu ke dalam rumah. Duhh itu sedih sekali, karena seringnya masih otw pake jilbab, lhah tamunya udah di depan mata. Dududu, maapin hamba ya Allah, jadi terlihat auratnyaa, huhu. Seringnya kejadian ini malah terjadi jika tamunya sanak kerabat dekat kita. Namun, meskipun kerabat dekat, kita tetap harus memperhatikan adabnya, karena tidak semua karib kerabat mempunyai hubungan mahrom dengan kita.

Jadi, tunggu sebentar yaa .. tuan rumah yang sudah paham adab menerima tamu tidak akan membiarkan tamunya menunggu terlalu lama kok, dia akan berusaha secepat mungkin untuk segera menemui tamu. Dan kita sebagai yang bertamu juga harus ingat, maksimal kita diperbolehkan mengetuk pintu adalah tiga kali. Jika lebih dari 3 kali dan dirasa tidak ada sinyal-sinyal keberadaan tuan rumah, maka kita bisa kembali bertamu dilain hari. Kalau ingin menyimak ayatnya, temen2 bisa tengok di surah An Nur ayat 27 dan 28 yaa.

Nah kalo sudah diberi izin masuk, barulah kita boleh masuk. Masuklah rumah sambil mengucap salam. Karena seperti yang kita tau bersama, ucapan salam “Assalamualaikum warah matullah wabarakatuh” itu adalah ucapan doa keselamatan. Sekalian bertamu sekalian mendoakan kebaikan untuk penghuni rumah deh.

Mungkin dua hal itu saja yang bisa Alfi sampaikan pada tulisan kali ini. Semoga dapat menjadi manfaat untuk temen2 pembaca semua. Juga dapat diamalkan, sehingga bisa membawa berkah yang lebih besar pada kegiatan silaturahim kita. Atau … juga bisa jadi bekel ketika nanti bertamu ke rumah calon mertua. Duh kapan yakk ndatengin calon atau didatengin calon? Wkwk, puasa syawal selesein dulu aja deh baru mikir calon ahahaa.

Kesempatan lainnya mungkin akan membahas tentang akhlaq kita sebagai penerima tamu. Ditunggu yaa … atau mau request tulisan juga boleh (request via email atau chat wa silakan) 🙂

Semoga bermanfaat 🙂

Ngalas, 4 Juli 2018

Alfiana Fi

Picture from khazanahalquran.com

About Author

Welcome my blog! Ini cuman blog happy-happy yaa teman-teman. Semoga apa-apa yg kita lakukan, termasuk aku menulis dan teman-temab membaca di blog ini tercatat kebaikan yang dapat mendekatkan kita pada Ridho-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *