Cakrawala Alfi, Catatan Ngaji Alfi

17+, Apakah Sudah Dewasa?

Apa kabar, shalihat? Apakah harimu tadi menyenangkan? Ohh yass, so pasti hari kita sangat menyenangkan, bukan?

Kalau boleh tau nih, shalihat yang sedang membaca tulisan ini umur berapa ya? Di atas 17 tahun atau di bawah 17 tahun? Alfi tebakk yaa.. kayaknya sih udah pada 17+. Bener, kan?

Apakah usia 17+ menandakan orang tersebut dewasa? Bisa jadi iya.. tapi belum tentu juga, karena menurut Alfi, dewasa itu tidak hanya berdasarkan usia. Dewasa itu juga berdasarkan karakter dari masing-masing dari kita. Bisa jadi yang usianya sudah banyak, tapi sikapnya belum dewasa. Begitupun sebaliknya, usianya masih belia tapi karakternya sudah sangat dewasa. Tapi itu bukan menjadi masalah sekarang, disini kita akan belajar bersama mengenali sifat-sifat apa saja yang harus kita miliki agar bisa menjadi seseorang yang lebih dewasa, terlepas dari berapa usia kita.

1. Mandiri

Sifat mandiri ini yang dimaksudkan adalah berusaha memecahkan masalah sendiri. Bukan karena kita sok ngerti atau apa, tapi ini adalah keadaan yang mengaharuskan diri kita untuk berusaha semaksimal mungkin menghadapi masalah yang ada. Baik masalah sederhana atau besar. Kita sebagai seorang yang dewasa harus bisa memutuskan masalah yang menimpa kita. Nah, dalam memutuskan masalah tentu tidak sembarangan dalam mengambil keputusan. Harus didasarkan dengan pertimbangan-pertimbangan. Pertimbangan dapat dari ilmu-ilmu yang kita miliki atau saran dari teman, guru, atau orang tua. Dari pertimbangan dan saran yang kita dapat, kita dapat memikirkan hal apa yang seharusnya kita lakukan. Dari situlah kita dapat mengambil keputusan.

Selain itu, makna mandiri dapat diartikan sebagai tidak bergantung dengan bantuan orang lain. Tidak selamanya kita akan hidup bersama orang-orang yang dapat membantu kita, seperti orang tua. Akan ada saatnya kita harus mengerjakan sesuatu hal sendiri, tanpa bantuan dari siapapun. Tapi itu bukan suatu masalah, itulah yang memang harus kita kerjakan. Karena dengan mandiri kita belajar untuk dapat menjadikan diri kita lebih cerdas dan kreatif dari sebelumnya. Sehingga kita dapat mengerjakan sesuatu hal sendiri. Bahkan sifat mandiri yang matang dapat membawa dampak yang positif untuk sekeliling kita. Karena dengan kemampuan kita dapat mengelola diri sendiri maka kita akan lebih mudah menyelesaikan permasalahan-permasalahan kita bahkan permasalahan teman kita tanpa membuat kegiatan kita terganggu.

2. Tanggungjawab

Semakin bertambah usia maka kewajiban kita menjadi bertambah banyak pula, baik kewajiban sebagai seorang muslim ataupun dalam kehidupan duniawi kita. Kita akan mendapat kewajiban-kewajiban atau mungkin kita akan diberikan suatu amanah untuk kemaslahatan keduniawian seperti, tugas-tugas kuliah, pekerjaan, laporan-laporan, organisasi, dan komunitas-komunitas. Dari kewajiban atau amanah yang Allah berikan kepada kita tersebut maka kita juga harus berusaha melaksanakannya dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan.

Maksud bersungguh-sungguh adalah kita melaksanakan semua amanah yang Allah berikan kepada kita dengan maksimal, mengoptimalkan seluruh waktu dan kemampuan kita untuk melaksanakan kewajiban tersebut. Lebih-lebih jika kita mempunyai amanah yang cukup banyak, contohnya kita seorang mahasiswa juga diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi aktivis organisasi. Atau kita seorang pekerja sekaligus diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi penggiat suatu komunitas dan sebagainya. Nah, jika kita mempunyai lebih dari satu tanggungjawab, maka kita harus pandai dalam management waktu dan cerdas dalam menentukan skala prioritas, hal mana yang harus kita kerjakan terlebih dahulu tanpa mengesampingkan tanggungjawab yang lain.

Kemudian kerjakan semua tanggungjawab dan amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita dengan penuh keihklasan, hanya mengharap kebaikanNya, mengharap ridhoNya. Meskipun itu perkara duniawi kita tetap harus menyandarkan seluruh aktivitas hidup kita untuk mencari ridho dari Allah SWT lho. Mari kitak simak firman Allah, pada QS Al Anam ayat 162, Katakanlah (Muhammad), Sesunggunya salatku, ibadahku, aktivitas hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh Alam.

Dengan kita bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanah yang Allah berikan kepada kita juga senantiasa ikhlas mengerjakannya, semoga kita dapat menjadi seseorang yang tanggungjawab dan kemudian menjadi seorang yang lebih dewasa.

3.Mampu menerima perbedaan

Dalam kehidupan keseharian kita, pastilah kita menemui banyak teman yang berbeda sifat, watak, karakter, cara berbicara, cara berpendapat, dan sebagainya. Hal tersebut wajar dan merupakan ketentuan dari Allah, karena memang Allah menciptakan manusia itu bersuku-suku, artinya manusia itu terdiri dari berbagai macam latar belakang, yang menyebabkan adanya banyak perbedaan.

Namun, perbedaan tersebut bukan untuk menghalangi kita untuk menjadi dewasa. Justru perbedaan yang Allah berikan adalah untuk menjadikan kita menjadi seseorang yang dewasa. Seseorang yang dapat menerima kondisi saudaranya, baik muslim ataupun non muslim. Setelah kita mampu menerima dan memahami perbedaan saudara ataupun teman kita, maka selanjutnya adalah mengajaknya untuk bersama-sama menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Jika kita belum mampu menerima perbedaan teman kita maka kita harus belajar dan terus belajar menerima perbedaan teman kita. Jangan menjadikan perbedaan tersebut menjadi bahan untuk kita menjauhinya. Jika kita hanya mencari teman yang sesuai dengan karakter dan sifat kita maka sulit sekali kita mendapatkan banyak teman. Kita harus terbuka dengan pergaulan, karena dengan tingginya pergaulan kita maka akan menjadikan diri kita menjadi lebih dewasa, tentunya pergaulan yang mengarahkan kita kepada kebaikan.

Nah, sekarang kan usia kita sudah 17 tahun ke atas, sudah selayaknya kita untuk berusaha untuk menjadi seorang yang lebih dewasa. Dengan penjabaran 3 ciri kedewasaan di atas semoga bisa menjadikan kita-kita yang udah 17+ benar-benar menjadi lebih dewasa. Selamat berupaya untuk menjadi seseorang yang lebih dewasa lagi.

17+, Apakah sudah dewasa? Jawabannya adalah… YA! Kita akan lebih dewasa ^^

Semoga sedikit yang Alfi tulis bisa bermanfaat. Semangat!

Semoga Allah senantiasa mengampuni kesalahan kita dan mencurahkan ridhoNya. Aamiin.

Ngalas, 16 Maret 2018
Alfiana Fi

PS : 3 ciri kedewasaan di atas disampaikan oleh Umi Iput, Ibu Asrama Putri sewaktu Alfi masih SMA tepatnya tanggal 21 Oktober 2015. Jazakillah khairan katsiran fii Umi Iput. *aslinya namanya bukan Umi Iput, nama lengkap aslinya lupa dan emang gak tau haha, Iput itu panggilan spesial gitu, karena kita menganggap kalau Umi Iput itu yaa sebagai Ibu kita sendiri kayak dirumah.

Picture from shopback.co.id

About Author

Welcome my blog! Ini cuman blog happy-happy yaa teman-teman. Semoga apa-apa yg kita lakukan, termasuk aku menulis dan teman-temab membaca di blog ini tercatat kebaikan yang dapat mendekatkan kita pada Ridho-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *